Menanggapi Berita Rok mini di angkot di Yahoo news Menanggapi Berita Rok mini di angkot di Yahoo news | dika.1924

Label

Islam

Rabu, 21 September 2011

Menanggapi Berita Rok mini di angkot di Yahoo news

Ehm sedikit berbagi ini posting dari blog saya yang baru, Bikin blog ini karena pendapat saya seolah terkekang dan gak tersampaikan.. So...langsung tancap gas bikin ini blog.

Percaya gak percaya saat saya menuliskan comment di yahoo news, seolah olah seperti ada yang melihat comment saya. Coment saya yang berisi banyak fakta ini akhirnya-pun pupus sudah, kenapa saya berkesimpulan seperti in??
Karena saat saya iseng coba comment  ??? yang ada malah masuk, tapi gilirang comment yang mengandung fakta, Gak ada satupun yang nyangkut...
Apa ini demokrasi..???????
BOHONG BESAR!!!!!!!
DEMOKRASI yang dibangga-banggain yakni memberikan kebebasan bersuara. Yang ada malah???
Siapa yang membuka AIB pemerintah bakalan disingkirkan.
semoga Hidaya Allah ato mungkin Azab ALLAH atas pemimpin2 negeri ini segera turun. Aamiin.........
Nah inilah berita tersebut! yang diambil dari http://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/rok-mini-dan-angkot.html lengkap saya copy saya gambar yang nulis

Rok Mini dan Angkot


Oleh Marco Kusumawijaya | Newsroom Blog – Sen, 19 Sep 2011

Demo menuntut kemanan dalam angkutan kota Jakarta di Bunderan HI,
Jakarta, 18 September 2011. Foto: Marco Kusu …
Akhir pekan lalu Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengeluarkan tiga pertanyaan. Tetapi hanya satu yang lebih menarik perhatian orang ketimbang dua sisanya. Yakni anjuran kepada perempuan agar tidak memakai rok mini ketika berada di dalam angkutan kota.

Pernyataan Fauzi Bowo memang tidak sekasar pernyataan Bupati Aceh Barat Ramli Mansur (“Perempuan yang tidak berpakaian sesuai syariah, seperti minta diperkosa”). Tetapi pada dasarnya baik Fauzi maupun Ramli punya kesalahan pikiran yang sama. Yaitu bila laki-laki terangsang, maka itu salah perempuan.

Karena ini memiliki konsekuensi pada kehidupan publik, maka harus dipersoalkan.

Pernyataan Fauzi Bowo yang pertama berbunyi, pemerintah provinsi akan membahas serius kasus perkosaan di angkutan kota. Dinas Perhubungan pun akan bekerja mengambil tindakan perbaikan.

Pernyataan kedua berbunyi, warga perlu berupaya mengamankan diri mereka sendiri senyampang pemerintah mengupayakan berbagai perbaikan.

Tidak ada yang salah dari kedua pernyataan di atas. Itulah seharusnya penyataan seorang pejabat publik.

Yang mengherankan, mengapa muncul pernyataan ketiga itu, yang lalu membuat khalayak tidak lagi memperhatikan dua pernyataan sebelumnya? Kata orang, rusak susu sebelanga oleh nila setitik.

Fauzi Bowo mungkin menganggap pernyataan ketiga itu sebagai suatu lelucon. Tetapi itu adalah lelucon yang buruk dalam suatu masyarakat metropolitan yang kosmopolitan dan plural.

Pernyataan ketiga itu muncul dari kelaki-lakian yang bias, yang mungkin sekali terbentuk dari lingkungan sosial dan budayanya sendiri. Dengan kata lain, itu adalah nilai pribadi yang tiba-tiba muncul ke ruang khalayak tanpa disaring. Tidak mengherankan kalau ada banyak laki-laki lain, yang dibesarkan dalam lingkungan sosial dan budaya yang serupa, yang  mungkin sekali setuju dengan pernyataan itu.

Terhadap ini, para pemikir sudah punya argumennya sendiri, dan masih terus mengupayakan agar makin banyak masyarakat menyadari kesalahan itu. Yang gawat, dalam keadaan masyarakat seperti di atas, pernyataan Gubernur itu seperti suatu persetujuan atas kesalahan pikiran itu.

Inilah yang tidak layak muncul dari seorang pejabat publik. Ia seharusnya mengayomi seluruh warganya yang majemuk. Terhadap inilah masyarakat perlu menggugat beliau, agar pemerintah provinsi fokus saja pada pekerjaannya yang seharusnya: perbaiki (sistem) angkutan umum Jakarta!

Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

Dan inilah comment saya.

Maaf yang menulis berita tersebu sebenarnya siapa?
Saya khusus menulis komen ini untuk si Penulis berita tersebut.
Sebenarnya ANDAlah yang harusnya belajar mengenai agama islam secara menyeluruh(BerdasarFirman ALLAH dalam surat Al Baqarah 208), jika memang anda seorang muslim.
Bukankah dalam surat An-Nuur 31 ALLAH SWT berfirman bahwa hendaknya setiap perempuan WAJIB mengenakan kerudung yang menutupi dadanya. dan dilanjutkan dengan surat Al Ahzab ayat 59 ALLAH SWT memerintahkan kepada setiap perempuan untuk mengenakan jilbab(Baju kurung)
Maka pernyataan Ketiga Fauzi bowo dan Ramli merupakan pernyataan yang tepat. Karena perempuan merupakan finah dunia, jika mereka tidak menaati perintah ALLAH.
Justru penyataan Fauzi bowo yang kedua "warga perlu berupaya mengamankan diri mereka sendiri...."
Kenapa berkata seperti itu??Bukankah pernyataan seperti ini menunjukkan bahwa negara tidak bisa melindungi warganya???
Jika memang negara mampu melindungi warganya, maka perempuan berjalan dimana saja tentunya aman(Yang Pastinya yang sudah menutup auratnya secara syar'i)
Jika Anda(Penulis) Berdalih bahwa hal itu gak mungkin karena Indonesia merupakan negara yang plural, Maka Tolonglah pelajari mengenai bagaimana Rasulullah SAW dulu memimpin negara dengan warganya yang beragama islam,nasrani,yahudi,majusi,dll. Dan pada faktanya Rasulullah SAWberhasil menjalankan tampuk kepemimpinan dengan baik.
Lalu bagaimana dengan orang non muslim?
Tentu mereka(non muslim) TIDAK DIwajibkan memakai pakaian wanita muslim,asal pakaiannya sopan(Gak terbuka bgt,seperti kasus di angkot ini).
Jika ada salah informasi dan tulisan. Saya selaku manusia biasa memohon pengampunan-Nya, Saya berusaha menyampaikan yang seharusnya dikeetahui orang(Hukum2 ALLAH).
Tapi ya seperti yang sya paparkan di atas.
Jika ada yang mau ngasih comment ke posting awal di blog awal saya ini Monggo.
Setuju or g sama pendapat saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Before leaving this page ...
Please leave your comments ...
Thank you ^ _ ^
(Sebelum Meninggalkan Halaman ini...Silahkan tinggalkan komentar Anda...
Terima kasih ^_^)